Shopping Cart

Your cart is empty

Continue Shopping

INGREDIENTS & FORMULATION

Purefyl aim to offer green alternatives for conventional cleaning products, all while keeping your skin safe and protecting the planet from nasty chemicals.

Find below how our product is different from conventional cleaning supplies :

 



    PLANT-POWERED INGREDIENTS

    We understand that it’s not easy to read the labels of your cleaning products, especially when it includes unfamiliar chemical names. That’s why it becomes our priority to provide you the information and guarantee the naturalness of our products.

    We work hard to find the mildest and most effective ingredients that’s safe for the sensitive skin. We prioritize plant-based ingredients, include only the essential ingredients and remove the unnecessary in our formulas. We don’t compromise toxic chemicals nor petroleum-based ingredients as we strive to protect the planet. 

    Here is our commitment to create a better brand for you : plant-based ingredients, never tested on animals, biodegradable, no harsh chemicals, refillable bottles.

     

    Here’s a list of ingredients that we use in our products:

    Ingredient

    CAS

    Source

    Function

    Decyl Glucoside

    68515-73-1

    Plant derived

    A gentle mild cleansing agent derived from coconut and corn starch, readily biodegradable and great for sensitive skin. 

    Bahan pembersih lembut yang berasal dari kelapa dan pati jagung, mudah terurai secara hayati dan bagus untuk kulit sensitif.

    Lauryl Glucoside

    110615-47-9

    Plant derived

    A natural sugar-based surfactant prepared by combining corn starch and fatty alcohol from coconut. It's a mild cleansing agent that good for sensitive skin and biodegradable.

    : Surfaktan berbahan dasar gula alami yang dibuat dengan menggabungkan pati jagung dan fatty alcohol dari kelapa. Ini adalah agen pembersih ringan yang bagus untuk kulit sensitif dan dapat terurai secara hayati.

    Cocoamidopropyl Betaine

    61789-40-0

    Plant derived

    A biodegradable surfactant derived from plants such as palm or coconut. It can provide excellent foaming and can act as a thickening

    Surfaktan biodegradable yang berasal dari tumbuhan seperti kelapa sawit atau kelapa. Ini dapat menghasilkan pembusaan yang sangat baik dan dapat bertindak sebagai pengental

    Potassium Cocoate

    61789-30-8

    Plant derived

    An anionic surfactant derived from coconut, SLS-free. This cleaning agent is very mild, contains glycerin that can moisturize skin, and readily biodegradable.

    Surfaktan anionik yang berasal dari kelapa, bebas SLS. Bahan pembersih ini sangat ringan, mengandung gliserin yang dapat melembabkan kulit, dan mudah terurai secara hayati.

    Citric Acid

    77-92-9

    Plant derived

    Derived from citrus fruits that can help remove the stain and hard water also act as acidity control

    Berasal dari buah jeruk yang dapat membantu menghilangkan noda dan sadah air, juga berperan sebagai pengatur keasaman

    Lactic Acid

    50-21-5

    Plant derived

    A natural antimicrobial that also acts as humectant and pH control

    Antimikroba alami yang juga bertindak sebagai humektan dan pengatur pH

    Sodium Bicarbonate

    144-55-8

    Mineral derived

    Known as baking soda derived from minerals. It acts as a water softener and can help surfactant as a cleaning agent 

    Dikenal sebagai soda kue yang berasal dari mineral. Bertindak sebagai pelembut air dan dapat membantu surfaktan sebagai agen pembersih

    Sodium Gluconate

    527-07-01

    Plant derived

    A biodegradable and renewable chelating agent, that also acts as a sequestering agent, builder dan redeposition agent. 

    Sebuah agen pengkelat biodegradable dan terbarukan, yang juga bertindak sebagai agen sekuester, agen pembangun dan redeposisi.

    Tetrasodium Glutamate Diacetate

    51981-21-6

    Plant derived

    A non-EDTA chelating agent that also acts as a preservative booster. It's derived from natural raw material that makes it biodegradable and nontoxic.

    Agen pengkelat non-EDTA yang juga bertindak sebagai penguat pengawet. Berasal dari bahan baku alami yang membuatnya dapat terurai secara hayati dan tidak beracun.

    Ethyl Lauroyl Arginate HCI

    60372-77-2

    Plant derived

    A natural preservative that can maintain the shelf life of the product due to its ability to be high enough to resist the activity of microorganisms such as bacteria, yeast, and fungi

    Bahan pengawet alami yang dapat menjaga umur simpan produk karena kemampuannya yang cukup tinggi untuk menahan aktivitas mikroorganisme seperti bakteri, ragi, dan jamur

    Lavender Essential Oil

    8000-28-0

    Plant derived

    The natural scent from Lavender flowers gives a fresh, clean, and fragrant aroma to clothes.

    Pewangi alami dari bunga lavender yang memberikan aroma segar, bersih, dan harum pada pakaian.

    Lemon Essential Oil

    8000-56-8

    Plant derived

    The natural scent from Lemon fruits gives dishes and glasses a clean, fresh scent, and also can act as antimicrobial.

    Pewangi alami dari buah lemon yang memberikan aroma yang bersih dan segar pada piring dan gelas, serta dapat bertindak sebagai antimikroba.




    Below are some harsh chemicals that you’ll never find in our products :

    Ingredient

    Reason we don't use it

    Sodium Lauryl Sulfate (SLS)

    Sodium Lauryl Sulfate is a natural surfactant derived from coconut, palm, or kernel oil. It's usually found in personal care products like shampoo, body wash, and cleaning products like laundry detergent and dish soap. These ingredients contain sulfates that can make irritation on the skin, eye, and mouth.

    Sodium Lauryl Sulfate adalah surfaktan alami yang berasal dari minyak kelapa, kelapa sawit, atau kernel. Ini biasanya ditemukan dalam produk perawatan pribadi seperti sampo, sabun mandi, dan produk pembersih seperti deterjen dan sabun cuci piring. Bahan-bahan tersebut mengandung sulfat yang dapat membuat iritasi pada kulit, mata, dan mulut.

    Sodium Laureth Sulfate (SLES)

    Sodium Laureth Sulfate is a surfactant like Sodium Lauryl Sulfate that derived from plants. It also can make skin irritation but not too irritate like SLS. Meanwhile, these ingredients contain 1,-4 dioxane and ethylene dioxide that have the potential to be carcinogenic.

    Sodium Laureth Sulfate adalah surfaktan seperti Sodium Lauryl Sulfate yang berasal dari tumbuhan. Selain itu juga bisa bikin iritasi kulit tapi tidak terlalu iritasi seperti SLS. Sedangkan bahan tersebut mengandung 1, -4 dioksan dan etilen dioksida yang berpotensi bersifat karsinogenik.

    Ethylenediamine Tetraacetic Acid (EDTA)

    Ethylenediaminetetraacetic acid is a synthetic ingredient that usually used as a chelating agent in cleaning products. Since EDTA is working as a chelating agent, it can be dangerous when there's an excess in the bloodstream as the ingredient can bind with potassium, increasing the concentration of the mineral to be flushed out through the kidney that causes the body have less mineral.

    Ethylenediaminetetraacetic acid merupakan bahan sintetis yang biasanya digunakan sebagai chelating agent pada produk pembersih. Karena EDTA bekerja sebagai agen pengkelat, ini bisa berbahaya bila ada kelebihan dalam aliran darah karena bahan tersebut dapat mengikat kalium, meningkatkan konsentrasi mineral yang akan dikeluarkan melalui ginjal yang menyebabkan tubuh kekurangan mineral.

    Formaldehyde

    Formaldehyde can be found in some cleaning products. It knowns as a carcinogenic ingredient, it also can irritating to the eyes, nose, and throat. 

    Formaldehida dapat ditemukan di beberapa produk pembersih. Dikenal sebagai bahan karsinogenik, juga bisa mengiritasi mata, hidung, dan tenggorokan.

    Phosphate

    Phosphate commonly used as a water softener in laundry and dish detergent. Phosphates cause excessive growth of algae. These algae often grow in such great numbers that the water becomes starved of light and oxygen, killing fish and plant life.

    Fosfat biasa digunakan sebagai pelembut air pada laundry dan deterjen piring. Fosfat menyebabkan pertumbuhan alga yang berlebihan. Ketika alga tumbuh dalam jumlah besar akan menyebabkan air menjadi kekurangan cahaya dan oksigen, sehingga akan membunuh kehidupan ikan dan tumbuhan.

    Paraben

    Paraben is a chemical commonly used as a preservative in cosmetic and body care products. The concern with these chemicals is that scientific studies suggest that parabens can disrupt hormones in the body and harm fertility and reproductive organs, affect birth outcomes, and increase the risk of cancer. They can also cause skin irritation.

    Paraben adalah bahan kimia yang biasa digunakan sebagai pengawet dalam produk kosmetik dan perawatan tubuh. Kekhawatiran dengan bahan kimia ini adalah bahwa studi ilmiah menunjukkan bahwa paraben dapat mengganggu hormon dalam tubuh dan membahayakan kesuburan dan organ reproduksi, memengaruhi hasil kelahiran, dan meningkatkan risiko kanker. Mereka juga bisa menyebabkan iritasi kulit.

    Phthalate

    Phthalates are a petroleum-based group of chemicals used in all kinds of products. In cleaning products, they are commonly used to stabilize synthetic fragrances. They are a type of endocrine-disruptors (EDCs) that causes issues with reproductive health. 

    Phthalates adalah kelompok bahan kimia berbasis minyak bumi yang digunakan dalam semua jenis produk. Dalam produk pembersih, mereka biasanya digunakan untuk menstabilkan wewangian sintetis. Mereka adalah jenis pengganggu endokrin (EDC) yang menyebabkan masalah kesehatan reproduksi.

    Optical Brightener

    Optical brighteners are the synthetic chemical that commonly used in laundry detergent to make clothes appear brightener. This ingredient is difficult to biodegradable and can be harmful to aquatic life, also it can be irritating to the skin.

    Pencerah optik adalah bahan kimia sintetis yang biasa digunakan dalam deterjen untuk membuat pakaian tampak lebih cerah. Bahan ini sulit terurai secara hayati dan dapat membahayakan kehidupan air, juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit.

    Chlorine Bleach

    Chlorine bleach usually found as Sodium hypochlorite, it is used in cleaning products especially laundry detergents to make clothes whiten. It's dangerous because can make the skin burn and severe eye damage.

    Pemutih klorin biasanya ditemukan sebagai Sodium hipoklorit, digunakan dalam produk pembersih terutama deterjen untuk memutihkan pakaian. Berbahaya karena bisa membuat kulit terbakar dan kerusakan mata yang parah.

    Triclosan

    Triclosan is commonly used as an antimicrobial in cleaning products. This ingredient is harmful, it's potentially causing antibiotic resistance,  being highly toxic to aquatic life, a hormone disruptor, having the potential to cause asthma when exposed from childhood, and irritating for the skin, lungs, and eyes.

    Triclosan biasanya digunakan sebagai antimikroba dalam produk pembersih. Bahan ini berbahaya, berpotensi menimbulkan resistensi antibiotik, sangat toksik bagi kehidupan akuatik, pengganggu hormon, berpotensi menyebabkan asma sejak masa kanak-kanak, dan mengiritasi kulit, paru-paru, dan mata.

    Petroleum-derived additives

    Petroleum-derived additives are mostly found in conventional cleaning products. We don't use it cause environmental problems, petroleum is derived from crude oil, a fossil fuel that is fracked or drilled from the bottom of the sea. Oil drilling is catastrophic for the environment. It causes oil spills, water contamination, damages ecosystems, and poisons wildlife. 

    Zat aditif yang berasal dari minyak bumi banyak ditemukan pada produk pembersih konvensional. Kami tidak menggunakannya karena menimbulkan masalah lingkungan, minyak bumi berasal dari minyak mentah, bahan bakar fosil yang dibor dari dasar laut. Pengeboran minyak adalah bencana bagi lingkungan. Ini menyebabkan tumpahan minyak, kontaminasi air, merusak ekosistem, dan meracuni satwa liar.

    Dyes

    Dyes commonly used in cleaning products to make them look more interesting. But, these ingredients can be contaminated with heavy metals such as arsenic and lead and may penetrate the skin during washing and leave impurities on dishes.

    Pewarna biasa digunakan dalam produk pembersih agar terlihat lebih menarik. Namun bahan-bahan tersebut dapat terkontaminasi oleh logam berat seperti arsen dan timbal serta dapat menembus kulit selama pencucian dan meninggalkan kotoran pada piring.

    Isothiazolinone

    Isothiazolinone commonly found as Benzisothiazolinone (BIT), Methylisothiazolinone (MI or MIT) Methylchloroisothiazolinone (MCI or CMIT) used as a preservative in cleaning products. Those ingredients are harmful and listed as irritants and sensitizers, also toxic for aquatic life.

    Isothiazolinone umumnya ditemukan sebagai Benzisothiazolinone (BIT), Methylisothiazolinone (MI atau MIT) Methylchloroisothiazolinone (MCI atau CMIT) digunakan sebagai pengawet dalam produk pembersih. Bahan-bahan tersebut berbahaya dan terdaftar sebagai iritan dan pemeka, juga toksik bagi kehidupan akuatik.

    Ethinolamine

    Monoethanolamine (MEA) Diethanolamine (DEA) & triethanolamine (TEA) are groups of ethanolamine compounds that usually used in cosmetics and cleaning products as emulsifiers or pH adjuster. They are suspected to affect hormones and produce carcinogenic nitrates and nitrosamines. Can cause eye and skin irritation, as well as other allergic reactions.

    Monoethanolamine (MEA) Diethanolamine (DEA) & triethanolamine (TEA) adalah kelompok senyawa ethanolamine yang biasa digunakan dalam kosmetik dan produk pembersih sebagai pengemulsi atau pengatur pH. Mereka diduga mempengaruhi hormon dan menghasilkan nitrat dan nitrosamin karsinogenik. Dapat menyebabkan iritasi mata dan kulit, serta reaksi alergi lainnya.

    Linear Alkylbenzene Sulfonate (LAS)

    Linear Alkylbenzene Sulfonate is a synthetic surfactant that widely used in house cleaning products. Linear alkylbenzene sulfonate (LAS) is a common organic pollutant in freshwater environments. It is also toxic for aquatic plants.

    Linear Alkylbenzene Sulfonate merupakan surfaktan sintetis yang banyak digunakan pada produk pembersih rumah. Alkilbenzena sulfonat linier (LAS) adalah polutan organik yang umum di lingkungan air tawar. Ini juga beracun bagi tanaman air.

    Formic Acid

    Formic Acid is one of the ingredients that usually in cleaning products as a preservative, antibacterial, and enzyme stabilizer. In high concentration, it is corrosive and can burn any part of the body if contacted.

    Asam format merupakan salah satu bahan yang biasa digunakan pada produk pembersih sebagai bahan pengawet, antibakteri, dan penstabil enzim. Dalam konsentrasi tinggi, zat ini bersifat korosif dan dapat membakar bagian tubuh mana pun jika tersentuh.

    Quaternary Ammonium Compunds

    Quaternary ammonium compounds are used as disinfectants in household cleaning products. This ingredient has a sensitizing and irritating effect on lung airways.

    Senyawa amonium kuaterner digunakan sebagai desinfektan dalam produk pembersih rumah tangga. Bahan ini memiliki efek kepekaan dan iritasi pada saluran udara paru-paru.